"Sulit untuk menghindari kentalnya nuansa politik dalam upaya menghidupkan Pansus Orang Hilang tersebut, apalagi momentumnya mendekati pemilu," kata Koordinator Kontras Usman Hamid usai dialog di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2008).
Usman mengatakan, pihaknya belum terlalu optimis pemanggilan ini bisa menghasilkan pencapaian Pengadilan HAM Ad Hoc dalam waktu dekat. "Jangan sampai upaya ini sekadar upaya politisasi, dikhawatirkan ini hanya dilakukan seperti pansus yang sebelumnya, yang akhirnya malah mensubordinasi masalah Semanggi I dan II dalam pertarungan politik, yaitu presiden dan perlemen saat itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usman mempersilakan kepada DPR untuk memanggil Wiranto, Prabowo Subianto, Muchdi PR, Sjafrie Sjamsoeddin, Sutiyoso dan Presiden SBY, namun yang penting jelas kebutuhannya. "Soal pemanggilan Presiden SBY, kenapa tidak langsung akses ke Mabes TNI? Kan, SBY saat itu menjabat Ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP), kenapa SBY baru sekarang? Ini jelas politik sekali," kritik Usman.
Bagaimana dengan wacana pemanggilan paksa bila mantan jenderal itu tidak mau memenuhi panggilan? "Itu juga nilainya politis, bukan yuridis dalam rangka menghadirkan mereka," tegas Usman. (zal/iy)











































