"Tepat. Cukup relevan, tapi kan DPP sudah menentukan untuk tidak menetapkan konvensi," ujar Akbar sebelum pembukaan Rapimnas Partai Golkar di Jakarta Convention Centre, Jumat (17/10/2008).
Akbar pun lagi-lagi mengkritisi keputusan Rapimnas Partai Golkar 2007 lalu yang meniadakan mekanisme konvensi. Menurutnya, penghilangan mekanisme penjaringan capres yang dipeloporinya tahun 2004 tersebut adalah suatu tindakan yang tidak tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dalam kesempatan itu Akbar tetap menghargai keputusan DPP agar Rapimnas kali ini lebih memfokuskan pada pemenangan pemilu legislatif dahulu sebelum melangkah pada penentuan capres.
"Partai harus menetapkan strategi dan kebijakan bagaimana memenangkan pemilu legislatif. Bagaimana bisa mengoptimalkan kader-kader agar mampu menjangkau dan mendapat kepercayaan masyarakat," pungkas Akbar.
(lrn/rdf)










































