Deplu: Parlemen Internasional Papua Barat Tak Signifikan

Deplu: Parlemen Internasional Papua Barat Tak Signifikan

- detikNews
Jumat, 17 Okt 2008 16:28 WIB
Jakarta - Parlemen Internasional untuk Papua Barat yang diluncurkan di House of Commons, London, Inggris 15 Oktober 2008 lalu tidak begitu signifikan. Warga RI diminta jangan panik menyikapi acara yang mendukung Papua untuk merdeka itu.

"Acara ini dikesankan signifikan. Namun menurut observasi, acara ini acara sangat kecil dari partisipasi parlemen. Acara ini sangatlah insignificant (tidak penting)," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah.

Faizasyah menyampaikan hal itu dalam pers briefing di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini, imbuh dia, dihadiri 2 anggota parlemen Inggris dalam forum tertutup. 30 Orang lainnya hanya simpatisan Papua dari LSM West Papua Support Group.

"Aktivitas tersebut melibatkan orang-orang yang itu saja. Dari fakta itu orang yang terlihat dari komponen yang sama. Apapun perkembangan Papua, mereka sudah menyikapi secara apriori," kata dia.

Dia juga berpesan agar masyarakat Indonesia tidak usah terpancing dengan masalah yang tidak signifikan, yang menggunakan pola-pola pikir lama dalam melihat permasalahan dalam negeri.

Acara itu, lanjut dia, tidak ada imbasnya sedikit pun terhadap parlemen Inggris secara keseluruhan. "Sikap Pemerintah Inggris tidak bergeser tentang keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," kata Faizasyah.

International Parliamentary for West Union
yang diluncurkan di House of Commons, London, Inggris, 15 Oktober 2008, bertujuan untuk mendukung penentuan nasib sendiri warga asli Papua.

Dalam acara itu hadir dua anggota parlemen Inggris yaitu Hon Andrew Smith MP dan Lord Harries. Ada juga eksil kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini