Kali ini nyawa siswa kelas 2 SMP 166, Agus Maulana, melayang ditelan danau tersebut. Petang kemarin, dia berenang di danau yang cukup luas itu. Padahal angin dan hujan cukup deras mengguyur wilayah Jagakarsa. "Saya udah bilangin supaya jangan berenang," ujar penjual Soto Betawi, Entin, 33, kepada wartawan di TKP, Jumat (17/10/2008)Β ini.
Sayang, peringatan ini tidak diindahkannya. Dia nekat berenang hingga melewati daerah terlarang. Daerah tersebut dibatasi oleh tali tambang pembatas. "Kalau buat berenang dan naik sampan bebek ya nggak boleh lewat tali itu. Banyak musibah kalau sudah lewat tali," tambah Entin yang telah bertahun-tahun jualan di tepi situ.
Agus yang tinggal di Jalan Jeruk, Jagakarsa, nekat berenang menyeberangi tali pembatas. Dan tak ayal, dia pun langsung termakan arus danau yang cukup kencang karena hujan dan angin. "Setelah dia tenggelam, anehnya hujan dan angin berhenti," cerita Entin.
Tidak berapa lama, mayatnya ditemukan telah mengambang. Jenazah telah dimakamkan di TPU pagi ini.
(asp/nrl)











































