"Itu sangat wajar," tutur Akbar saat dihubungi detikcom via telepon, Jum'at (17/10/2008).
Menurut mantan ketua DPR RI ini, Partai Golkar adalah adalah partai yang besar, jadi wajar jika mencalonkan capres dan cawapres dari internal partai sekaligus.
Pada Pemilu 2004 lalu, Partai Golkar tampil sebagai pemenang. Pun di Pilpres 2004, sejumlah tokoh Golkar muncul sebagai capres dan cawapres meskipun tak dicalonkan langsung oleh partai.
"Golkar mempunyai banyak tokoh dan reputasi yang bagus. Saya kira itu wajar," ulang Akbar.
Jelang Pemilu 2009, sejumlah nama tokoh Golkar juga mulai mencuat. Bahkan tak sedikit dari tokoh ini yang akan digandeng oleh Capres dari partia lain. (gun/nrl)











































