"Itu pilihan yang minimalis karena tidak banyak pilihan. Sedangkan 6 hakim agung yang terpilih, tidak semua memiliki track record yang baik," kata peneliti hukum ICW Illian Deta Arta Sari.
Hal ini disampaikan Deta di sela-sela syukuran atas keluarnya Keppres pensiun Bagir Manan di depan Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap akan ada perbaikan di tubuh MA. MA dapat lebih bersih dari mafia peradilan," ujarnya.
6 Hakim agung yang terpilih adalah Suhardi, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta (44 suara). Takdir Rahmadi, guru besar fakultas hukum Universitas Andalas Padang (42 suara). Syamsul Ma'arif, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (38 suara).
Selanjutnya, Andi Abu Ayyub Saleh, lektor kepala fakultas hukum Universitas Hasanuddin Makassar (33 suara). Djafni Djamal, Ketua Pengadilan Tinggi Mataram (27 suara) dan Muhdi Soroinda Nasution, Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru (18 suara). (aan/iy)











































