"Mulai kemarin Pak Moerdiono sudah menyatakan mundur dari Partai Golkar. Dan mulai hari ini menjadi Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di sela-sela Rapimnas di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2008).
Menurut Muzani, Dewan Penasihat bertugas memberi arahan kebijakan dan langkah-langkah partai. Posisi Dewan Penasihat serupa dengan mustasyar di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan Dewan Pembina yang dipimpin Prabowo seperti Syuriah, dan DPP yang dipimpin Suhardi seperti Tanfidziah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muzani, pengangkatan Moerdiono sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra bukan hal mendadak karena sebelumnya Gerindra telah beberapa kali menghubungi dia. Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 19 Agustus 1934 ini dinilai memiliki kesamaan visi misi dengan Gerindra tentang sistem ekonomi politik.
Sementara itu wakil Ketua Gerindra Fadli Zon menjelaskan, pengangkatan Moerdiono lebih disebabkan karena Gerindra membutuhkan figur yang bisa menjadi guide dari pada untuk menarik simpati para tokoh tua.
"Kami memerlukan guidance di tingkat nasional, juga sebagai jembatan lintas genarasi," ujarnya dalam kesempatan yang sama. (sho/anw)










































