Wanita Korban KDRT Rentan Bunuh Diri dan Aborsi

Wanita Korban KDRT Rentan Bunuh Diri dan Aborsi

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2008 18:37 WIB
Jakarta - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sering menimpa kaum hawa. Luka yang diderita bukan hanya secara fisik melainkan juga psikis. Luka psikis itu bisa menuntun ke tindakan destruktif seperti bunuh diri dan aborsi.

"Wanita yang menjadi korban kekerasan dalam jangka panjang mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami gangguan kesehatan, punya keinginan melakukan bunuh diri,keguguran dan aborsi" ujar aktivis perempuan Yeni Rosa Damayanti.

Yeni menyampaikan hal itu dalam acara Seminar Sehari Dalam Rangka Hari Kesehatan Jiwa Tahun 2008, di auditorium Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/10/2008)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Yeni ini berdasar penelitian World Health Organization (WHO) yang dirilis tahun 30 November 2005 di 10 negara. Penelitian itu menyebutkan, perempuan yang mengalami KDRT memiliki peluang dua kali lipat menderita gangguan mental dibanding mereka yang tidak menjadi korban.

Sementara itu Direktur Bina Pelayan Medik Jiwa Depkes dr. Aminullah Sp.KJ mengatakan penderita gangguan jiwa cenderung meningkat di Indonesia. Namun, psikiater untuk menangani pasien gangguan jiwa masih terbatas.

"Indonesia memiliki 500 sampai 600 psikiater dengan presentase 80 persen berada di pulau Jawa, dan dari 50 persen yang di pulau Jawa itu tersebar di Jakarta" kata Aminullah. (nwk/nwk)


Berita Terkait