Pasien yang mendapat giliran pertama adalah PG (25), warga Desa Penadaran RT 4/RW 3, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Sejak lahir organ vital lelaki ini lengket ke kulit bagian bawah, sehingga menyerupai organ vital perempuan.
Dokter Spesialis Urologi RS Kariadi, dr Ardy Santosa, Sp,U dan dokter dari Erasmus Medical Center atau Sophia Children Hospital Rotterdam Belanda, dr Katja Wolffenbuttel, mengatakan, tim bedah berjumlah 15 orang yang terdiri dari 6 dokter Belanda dan sisanya Indonesia. Operasi diperkirakan berlangsung selama 2,5 jam.
"Ini kasus dan operasi pertama di RS Kariadi. Berdasarkan pengalaman di tempat lain, tingkat keberhasilan hampir 100 persen," kata Ardy di ruangannya, lantai 2 Ruang Instalasi Bedah Syaraf RS Kariadi, Jl dr Sutomo Semarang, Kamis (16/10/2008).
Paing akan 'dipoles' menjadi laki-laki tulen. Pemilihan jender itu sudah dikonsultasikan dengan yang bersangkutan, keluarga, dan tim dokter.
Pasien berikutnya yang akan dioperasi pada 19 Oktober adalah HK (2,7 tahun) asal Batang yang mengalami kelainan yang terjadi pada saluran kencing bagian bawah di daerah penis atau biasa dikenal dengan hipospadia.
Kemudian, kakak beradik AS (16) dan RF (12) asal Tasikmalaya, yang klitorisnya membesar dan memanjang sehingga menyerupai organ vital laki-laki akan dioperasi pada 20 Oktober. Saat ini, ketiga pasien sudah berada di RS.
Sejatinya ada satu pasein lagi yang harusnya dioperasi yakni, PJ, adik PG. Namun saat ini dia tengah berada di Jakarta, sehingga jadwal operasinya dibatalkan. Seluruh operasi pasien dengan kelainan kelamin ini dilakukan secara tertutup.
(try/djo)











































