Pembelian bibit padi MSP itu dilakukan oleh Wakil Ketua DPC PDIP Banyumas, Sinta Laila, di kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) kelompok tani Sri Ayu, Jl Raya Kracak, Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (16/10/2008).
"Saya mendapat instruksi dari Pak Murdoko (Plh Ketua DPC PDIP Banyumas) untuk membeli bibit padi MSP dari para petani," kata Sinta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugito, salah seorang petani, mengaku senang karena DPC PDIP Banyumas telah menepati janjinya. Sugito menegaskan, dia dan petani lainnya akan kembali menanam padi jenis MSP.
"Saya senang meski tidak sesuai janjinya yakni Rp 7.000 per kg. Kami akan menanam padi MSP ini lagi karena memang merupakan jenis unggul dan rasanya enak," ujar Sugito.
Seperti diberitakan sebelumnya, belasan petani di Desa Kracak, Ajibarang, Banyumas, membakar dua karung bibit padi MSP. Tindakan ini dipicu kekecewaan mereka terhadap DPC PDIP yang tidak menepati janjinya untuk membeli bibit padi tersebut.
Saat panen raya tiba, DPC PDIP Banyumas yang saat itu di bawah pimpinan Suherman meminta para petani tidak menjual semua hasil panennya. Dia meminta sebagian dijadikan bibit kembali untuk masa tanam berikutnya. Suherman berjanji akan membeli bibit padi itu dan kemudian membagikannya kembali kepada para petani.
Mengenai hal ini, DPC PDIP Banyumas menegaskan tidak berniat menyengsarakan para petani. Menurut mereka, hal ini semata-mata akibat masalah internal di DPC PDIP Banyumas. Sebab Suherman dicopot dari jabatannya selaku Ketua DPC PDIP Banyumas terkait kasus ijazah palsu pada Agustus lalu. Sementara penggantinya, Murdoko, belum memutuskan untuk merealisasikan kebijakan Suherman itu atau tidak. (djo/nrl)











































