"Sekarang yang terdeteksi baru mencapai 2,6 persen," ujar Dirjen Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan (Yanmedik Depkes) Dr Aminullah, SpKJ.
Aminullah menyampaikan hal itu usai membuka acara seminar sehari dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia tahun 2008 yang bertajuk 'Menjadikan Kesehatan Dunia Prioritas Global' di Gedung Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa diharapkan bisa terdekteksi sampai 15 persen pada tahun 2010," kata dia.
Yang menderita gangguan jiwa itu, imbuh dia, rata-rata berusia 15-45 tahun.
"Kan itu masa produktif. Pada rentan waktu itu karena mereka pada usia tersebut mereka selalu berhadapan dengan tantangan," jelas Aminullah.
Gangguan jiwa, bisa disebabkan faktor biologis atau penyakit fisik, pola asuh orang tua dan faktor sosial budaya atau lingkungan.
Disinggung tentang gangguan jiwa karena dampak krisis global yang melanda akhir-akhir ini, Aminullah mengatakan ketahanan jiwa terhadap tekanan itu tergantung masing-masing individu.
"Itu kembali ke masing-masing individu ya. Kecenderungan stres bisa timbul dari tiap mental individu. Kalau dia masih bisa beradaptasi dia bisa survive," tandas dia.
(nwk/iy)










































