Donald Trump: Seharusnya Bush Dimakzulkan Saja

Donald Trump: Seharusnya Bush Dimakzulkan Saja

- detikNews
Kamis, 16 Okt 2008 10:38 WIB
Donald Trump: Seharusnya Bush Dimakzulkan Saja
Jakarta - Miliarder properti Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara mengenai Presiden George W Bush. Dalam berita yang dilansir AFP, kepada CNN Trump mengatakan bahwa seharusnya Bush bisa dimakzulkan atau di-impeach.

"Ia (Bush) telah salah menggiring Amerika kepada Perang Irak," tuturnya. Trump yang sesungguhnya seorang Republiken garis keras bahkan mengatakan bahwa ketika menguasai kursi Kongres tahun 2006, seharusnya kaum Demokrat segera mendepak Bush dari kursi presiden.

"Saya terkejut ia tidak melakukan lebih banyak hal menyangkut Bush dan mengejarnya," ungkap Trump mengenai ketua DPR AS Nancy Pelosi - seorang Demokrat - dalam sebuah wawancara dengan penyiar CNN Wolf Blitzer.

"Padahal ... dulu sepertinya ia akan segera menendang Bush dari kursi presiden, suatu hal menurut saya sangat bagus," imbuh Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump, 62 tahun, mengatakan bahwa Bush telah keliru dalam menyeret AS untuk berperang di Irak, suatu hal yang menurutnya jauh lebih buruk dari skandal yang menerjang Bill Clinton tahun 1999. Ketika itu Clinton hampir saja dimakzulkan.

"Ia (Bush) berbohong. Ia menyeret kita ke dalam sebuah perang dengan cara berbohong," jelasnya mengenai Bush. "Dan maksud saya, lihatlah kasus Bill Clinton yang sebenarnya tidak terlalu penting. Mereka mencoba memakzulkannya, menurut saya itu omong kosong," tambah Trump.

"Dan Bush terus menyeret kita ke dalam perang mengerikan ini dengan kebohongan demi kebohongan. Ia berkata bahwa ada senjata pemusnah massal, dengan mengatakan hal-hal yang ternyata belakangan diketahui tidak benar," jelas Trump.

Berkenaan dengan pemilihan presiden AS yang tinggal menunggu waktu, Trump mengatakan dengan terus terang bahwa ia mendukung John McCain untuk memenangi pemilu 4 November. Trump juga menambahkan bahwa ia cukup yakin McCain mampu mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat Barack Obama, meskipun berbagai jajak pendapat dan survei mengatakan sebaliknya.

"Ia orang yang sangat cerdas. Ia sangat tangguh," komentar Trump mengenai Obama. Tapi ia harus 'menjadi' seorang John McCain barulah ia bisa mengatasi semuanya," terang Trump.

Obama dan McCain bertemu dalam debat terakhir pada hari Rabu (15/10/2008) di negara bagian New York.

Trump, orang kaya terkemuka, mewarisi kerajaan real estate ditambah maskapai penerbangan, kasino, resor, hotel, gedung-gedung pencakar langit di seluruh dunia dan menamainya dengan namanya.

Ia juga memiliki acara televisinya sendiri, "The Apprentice" di mana ia juga ikut muncul, selain acara kontes Miss Universe.

(alf/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads