Korea Selatan (Korsel) baru saja mengadili perempuan mata-mata Korea Utara (Korut) yang selama ini mendapat informasi rahasia dengan imbalan pelayanan seksual.
Menurut AFP, Won Jeong-hwa (34) ditangkap bulan Agustus atas tuduhan sebagai
pembelot dan tidur dengan pejabat-pejabat militer Korsel dengan imbalan asupan informasi rahasia mengenai sistem persenjataan dan instalasi militer Korsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
meminta kelonggaran hukuman.
Menurut kantor berita Korsel Yonhap, Won diadili di sebuah pengadilan di pinggir kota Seoul.
Sebaliknya, media resmi Korut mencela Won dan ayah tirinya - yang juga sedang menghadapi pengadilan Korsel atas keterlibatan dalam hal serupa - karena membelot terhadap Korut dan mencap mereka berdua sebagai 'sampah manusia'.
Pengadilan Won timbul di tengah gejolak antara hubungan kedua negara tetangga tersebut yang disebabkan Presiden Konservatif Korsel yang sering mengancam akan menghentikan bantuan kemanusiaan kepada Korut.
(alf/mok)











































