dimanja sang ibu, Kasiyatun.Ryan yang kini berumur tiga puluh tahun itu, pernah merengek minta dibelikan mobil.
"Sewaktu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dia minta dibelikan mobil. Ya kita
belikan, dulu mobil pick-up lagi musim," ujar Kasiyatun kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subrot, Kamis (15/10/2008).
Sayangnya mobil yang dibeli hasil menjual sawah tersebut tidak bisa dinikmati Ryan dalam waktu lama. Pasalnya, mobil yang dibelikan Ryan tersebut hangus terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konon katanya, Kasiyatun memiliki sawah berhektar-hektar. Selain punya sawah
yang luas dirinya juga berbisnis jual baju di kampungnya.
"Ibu jualan baju keliling kampung. Laku itu, sama anak-anak asrama," ujarnya
dalam logat Jawa yang kental.
Sempat beredar kabar bahwa Kasiyatun adalah seorang rentenir, diapun
menampiknya. Katanya, dia cuma mengkreditkan baju kepada orang kampung.
"Rentenir apaan? Orang aku cuma kreditin baju, masa dibilang rentenir. Itu cuma orang-orang iri aja," jelasnya.
Kasiyatun bertemu dengan Anton Medan siang ini. Dalam perjumpaannya itu, Anton Medan menawarkan warung kepada Kasiyatun.
"Ibu ditawari jualan sama Pak Anton Medan di dekat LP Cibinong yang baru itu
lho," ujar Kasiyatun.
Selain itu, Kasiyatun yang dijemput Anton Medan untuk pergi ke Cibinong
mengatakan bahwa Anton Medan menawarkan dirinya untuk tinggal di pondok milik Anton Medan. Namun, Kasiyatun belum menyetujui hal tersebut.
"Ya ibu masih pikir-pikir aja. Tergantung nanti Ryan akan di tahan dimana
setelah sidang," ujarnya.
Sebelumnya, Kasiyatun memang pernah berniat untuk mencari kost di Jakarta. Hal tersebut dilakukannya agar bisa sering bertemu dan mendampingi Ryan saat persidangan nanti.
(mei/rdf)










































