"Gerindra harus menjadi modern. Suatu saat kalau ditinggalkan beliau tidak jadi masalah. Gerindra harus menjadi modern," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani
di sela-sela acara Rapimnas Partai Gerindra di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Muzani menjelaskan saat ini Prabowo masih menjadi inspirator dan dinamisator Partai Gerindra. Namun ia menjelaskan, proses kaderisasi harus berjalan sehingga tidak ada kultus individu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani mengakui bukan perkara yang mudah jika harus lepas dari Prabowo. Namun hal itu merupakan konsekuensi partai jika suatu hari nanti Prabowo tidak ada lagi di Gerindra.
Tetapi Muzani menjelaskan fenomena kultus individu dalam parpol adalah hal wajar di Indonesia. Dia mencontohkan PKB dengan Gus Dur, PD dengan SBY, dan PDIP dengan Megawati.
Lalu sampai kapan Gerindra akan bergantung dengan Prabowo?
"Kita tidak tahu itu," tandasnya. (gah/iy)











































