Anggota delegasi Parlemen Belanda dari Komisi Hubungan Luar Negeri yang dipimpin Heng J Ormei tiba di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pukul 10.00 WIB.
Mereka diterima Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar di ruang tamu Ketua DPR RI di Gedung Nusantara III. Ormei bertanya tentang politik di Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ormei pun melontarkan kesannya terhadap proses demokrasi Indonesia.
"Kami mengunjungi Indonesia karena kita memiliki hubungan yang baik. Dan saya terkesan dengan proses demokrasi yang Indonesia jalankan. Kita akan meningkatkan hubungan kita karena secara sejarah kita sama, baik dari masa lalu maupun ke depannya," ujar Ormei.
Usai pertemuan yang berlangsung selama 30 menit itu, Ormei dan kawan-kawan pun berkeliling gedung DPR ditemani anggota Badan Kerja Sama Antarparlemen DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Cecep Syarifuddin.
Setelah beberapa saat mengunjungi Komisi I DPR, Ormei dan kawan-kawan menggelar jumpa pers. Salah satunya menanggapi tentang larangan terbang Uni Eropa (UE).
"Garuda boleh datang ke Eropa dan pertama langsung bisa ke Belanda. Dan kami akan memberikan pelayanan teknis bagi Garuda ketika berada di Belanda," kata dia.
Apakah kedatangan ini juga membahas kerjasama militer dan persenjataan?
"Tidak, kami datang hanya untuk kerjasama antarlembaga," tandas Ormei.
(nwk/nrl)










































