FPDIP: TNI Degradasikan Dirinya Sendiri

HUT TNI Diundur

FPDIP: TNI Degradasikan Dirinya Sendiri

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2008 11:45 WIB
FPDIP: TNI Degradasikan Dirinya Sendiri
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengundurkan peringatan HUT ke-63 TNI pada 5 Oktober menjadi 14 Oktober 2008. Fraksi PDIP menilai pengunduran itu sebagai keputusan yang mendegradasikan TNI sendiri.

"Harusnya (diperingati) tetap tanggal 5 Oktober dengan kegiatan HUT yang sederhana saja setidaknya. Ini preseden buruk dan telah mendegradasikan TNI sendiri, apalagi ini perintah Panglima TNI sendiri," ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo lewat pesan singkat kepada detikcom, Rabu (15/10/2008).

Lewat pesannya, Tjahjo juga mempertanyakan pertimbangan Mabes TNI yang menunda peringatan HUT TNI sampai tanggal 14 Oktober 2008. Seharusnya, sebagai unsur penting NKRI, peringatan HUT TNI tidak digeser.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa pertimbangan yang mendasar? Hal kesalahan mendasar adalah jangan lihat TNI sebagai institusi ad hoc, tetapi TNI sebagai institusi formal sebagai milik rakyat, milik negara yang melindungi NKRI. Seharusnya peringatan HUT TNI tidak digeser dengan alasan apaun," tegas politisi berkacamata ini.

Tjahjo memuji Kodam di seluruh Indonesia yang tidak mengikuti keputusan Mabes TNI dalam penundaan peringatan HUT tersebut.

"Setiap Kodam sudah benar memperingatinya tanggal 5 Oktober, kenapa yang nasional digeser puncak peringatannya. Kalau ini dibiarkan nanti peringatan Proklamasi 17 Agustus bisa digeser harinya," pungkasnya.

Sebelumnya, pada tanggal 5 Oktober, Kapuspen TNI Marsda TNI Sagom Tamboen mengatakan penundaan peringatan HUT ke-63 TNI dilakukan karena saat itu masih dalam suasana Lebaran.

"Tanggal 5 Oktober kan masih suasana Lebaran, jadi diundur," ujar Marsda TNI Sagom Tamboen kepada detikcom.
(lrn/nrl)


Berita Terkait