"Harusnya (diperingati) tetap tanggal 5 Oktober dengan kegiatan HUT yang sederhana saja setidaknya. Ini preseden buruk dan telah mendegradasikan TNI sendiri, apalagi ini perintah Panglima TNI sendiri," ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo lewat pesan singkat kepada detikcom, Rabu (15/10/2008).
Lewat pesannya, Tjahjo juga mempertanyakan pertimbangan Mabes TNI yang menunda peringatan HUT TNI sampai tanggal 14 Oktober 2008. Seharusnya, sebagai unsur penting NKRI, peringatan HUT TNI tidak digeser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahjo memuji Kodam di seluruh Indonesia yang tidak mengikuti keputusan Mabes TNI dalam penundaan peringatan HUT tersebut.
"Setiap Kodam sudah benar memperingatinya tanggal 5 Oktober, kenapa yang nasional digeser puncak peringatannya. Kalau ini dibiarkan nanti peringatan Proklamasi 17 Agustus bisa digeser harinya," pungkasnya.
Sebelumnya, pada tanggal 5 Oktober, Kapuspen TNI Marsda TNI Sagom Tamboen mengatakan penundaan peringatan HUT ke-63 TNI dilakukan karena saat itu masih dalam suasana Lebaran.
"Tanggal 5 Oktober kan masih suasana Lebaran, jadi diundur," ujar Marsda TNI Sagom Tamboen kepada detikcom.
(lrn/nrl)











































