"Di Sulut dan Denpasar gubernur dan DPRD-nya resmi menolak atas nama rakyat. Di Yogya juga diwarnai aksi walk out," ujar anggota Panja RUU Pornografi Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, Rabu (15/10/2008).
Eva, yang juga mengikuti RDPU di Yogya, mengharapkan DPR bertindak bijaksana menangapi penolakan keras atas RUU Pornografi di tiga provinsi tersebut.
"DPR seharusnya berendah hati, tidak memaksakan percepatan pengesahannya. Apa gunanya disahkan, jika itu menimbulkan keretakan di dalam berbangsa dan bernegara," tegas anggota Komisi III DPR ini.
Untuk itu, lanjut Eva, lobi pimpinan fraksi dan pimpinan DPR harus dilakukan untuk memroses masukan dari tiga daerah ini secara bijak.
Lebih lanjut Eva menilai, pro-kontra yang terjadi atas RUU Pornografi tersebut dapat diatasi jika RUU tersebut difokuskan pada perlindungan anak-anak dari bahaya pornografi.
"Saya rasa jika draf difokuskan bagi perlindungan anak-anak terhadap bahaya pornografi seperti di kebanyakan negara, akan menjadi titik temu antara pihak pro-kontra dan meredakan penolakan," jelas politisi PDIP ini. (lrn/anw)











































