"Saya sudah 22 tahun nggak makan makanan apa pun yang berbahan baku gandum, karena itu barang impor," ujar Suhardi kepada detikcom, Rabu (15/10/2008).
Semua produk impor, menurut Suhardi, pada akhirnya akan merugikan petani dan masyarakat Indonesia pada umumnya. "Itu kan mengeluarkan devisa yang luar biasa," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalkan produk mie instan yang terbuat dari bahan bakar gandum diganti dengan bahan-bahan lokal tersebut, menurut Suhardi, triliunan rupiah akan dihasilkan.
"Jika sehari kita makan mie tiga kali seharga Rp 3.750 dikalikan jumlah penduduk 220 juta, bisa menghasilkan Rp 25 triliun. Jadi kenapa kita meski (pakai) gandum," ujar Suhardi. (anw/nrl)











































