Ihwal pembatalan itu disampaikan oleh Presiden SBY, di pangkalan udara militer Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2008).
"Saya memahami situasi politik dan kompleksitas masalah di Thailand. Saya mendengar berita beliau akan menunda kunjungannya ke Jakarta. Sebagai ganti akan datang berkunjung menlu Thailand. Saya akan menyambutnya dengan gembira," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tentang memburuknya situasi di perbatasan dua negara anggota ASEAN tersebut diterima Presiden SBY dari Menlu Hassan Wirajuda di tengah upacara puncak peringatan HUT ke-63 TNI di Surabaya. Setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, SBY menghubungi PM Hun Sen dan PM Somchai Wongsawat.
Di dalam pembicaraan telepon, PM Hun Sen dan PM Somchai Wongsawat sama-sama menyatakan keinginannya untuk mencegah pecah konfrontasi bersenjata. Mereka akan melanjutkan proses perundingan guna mencari penyelesaian damai.
Menurut jadwal pertemuan tingkat pejabat teknis akan dimulai Rabu 15 Oktober besok. Sementara pertemuan lanjutan yang lebih bersifat formal digelar pada 21 Oktober 2008.
"Saya dapat jaminan kepemimpinan PM Hun Sen untuk mencegah konflik bersenjata yang tentunya membawa perkembangan buruk bagi ASEAN. Ada keinginan kuat dari Thailand menyelesaikan masalah ini secara damai. Apalagi Thailand akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN," papar SBY.
(lh/nik)











































