Kejadian ini terjadi di Singapura. Pesawat Boeing 737-300 yang beratnya lebih dari 56.000 kilogram itu sedang diangkut oleh sebuah trailer. Pesawat tersebut akan dipindahkan dari Bandara Seletar menuju tempat pelatihan dinas emergensi bandara Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) di Upper Changi Road.
Ketika melintasi jalan raya Tampines Expressway, trailer beserta kargo raksasanya itu harus melewati jembatan penyeberangan. Namun trailer dengan pesawat di atasnya tak bisa melewati jembatan.
Saksi mata, Jackie Ong menuturkan, sopir trailer telah berusaha namun tetap gagal. "Trailer bergerak maju dan mundur namun tetap tidak bisa melewati jembatan," kata warga yang tinggal di sekitar jalan raya tersebut seperti dikutip harian Singapura, Straits Times, Selasa (14/10/2008).
Akhirnya, sebagian udara dikeluarkan dari ban-ban trailer untuk mengurangi ketinggian trailer. Barulah kemudian trailer dan pesawat yang diangkutnya bisa melalui jembatan dengan mulus.
Selama kejadian ini, ketiga jalur di jalan raya Tampines Expressway ditutup. Buntutnya, belasan kendaraan terjebak di jalan tersebut. Barulah setelah satu jam lebih, situasi bisa teratasi. Selama perjalanan, trailer dan pesawat dikawal oleh beberapa petugas keamanan.
(ita/iy)











































