Humas PMI Solo, Ricky Mirza, mengatakan kondisi seperti ini memang sering terjadi setelah lebaran karena kurangnya pendonor sukarela pada bulan puasa. Dapat dipastikan, berkurangnya pendonor tersebut langsung berdampak pada stok.
Dalam kondisi normal setiap harinya rata-rata PMI Solo memiliki 200 hingga 300 stok darah dari berbagai golongan darah dengan angka rata-rata kebutuhan darah di PMI Solo tak kurang dari 200 kantong. Namun saat ini PMI Solo hanya memiliki 150 kantong darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu juga ditempuh dengan mencari donor pengganti yaitu warga yang membutuhkan darah diharapkan membawa keluarganya untuk melakukan donor darah pengganti," lanjutnya.
Krisis stok darah di PMI ini berdampak pada para 'pencari darah'. Sebagian memang bisa memenuhi 'syarat' mencari pendonor pengganti, namun sebagian lainnya harus kebingungan mencari apalagi jika kesulitan mencari orang memiliki golongan darah sesuai dengan yang dibutuhkan.
Mimin, sejak pagi hingga siang terus kebingungan mencari pendonor darah agar bisa mendapatkan stok darah bagi anaknya yang membutuhkan tranfusi darah. "Tadi dapat satu orang calon pendonor darah. Golongan darahnya sama yaitu AB, namun ditolak karena berat badannya kurang," ujarnya gusar. (mbr/djo)











































