Alkisah, BMW berwarna hijau tersebut terserempet sebuat taksi B 1283 MU di depan Tamani Kafe Kemang Raya, Selasa (14/10/2008) pukul 14.40 WIB
Karena diserempet, pengemudi BMW menghentikan kemudi dan keluar dari mobil untuk memaki-maki pengemudi taksi. Dimaki, sopir taksi diam saja. Dia tak keluar dari taksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat macet terlalu panjang, seorang pengendara sepeda motor Mio bernama Sabran langsung berteriak. "Woi jangan di jalan kalau marah-marah," teriak warga Jagakarsa ini.
Mendapat teriakan ini pengemudi BMW beserta rekannya marah dan langsung berteriak "Mau lu apa?"
"Emang lu kagak liat macet tuh," jawab Sabran.
Pengemudi BMW tambah naik pitam dan berteriak. "Lu mau macam-macam, gue tembak lu," katanya seraya menyelipkan tangan kanannya ke senjata api yang disembunyikan di pinggang belakang.
Sabran tidak gentar. "Silakan kalau berani, sekarang tembak gue," tantang Sabran seraya membuka jaket.
Mendapat tantangan ini, pengemudi BMW itu ditenangkan oleh temannya dan warga sekitar. Akhirnya pria itu masuk ke dalam mobil dan langsung ngacir. Namun sang pengemudi sebelum ngacir tetap saja berteriak "Gue tembak lu, gue tembak!"
Aksi sang biker ini sontak mendapat dukungan puluhan warga serta pengemudi sekitar. Warga bertepuk tangan dan menyoraki pengemudi BMW yang telah pergi, "Mati aja lu!"
(nik/nrl)











































