Menkes Minta Nama RSUP Sanglah Tidak Diganti

Menkes Minta Nama RSUP Sanglah Tidak Diganti

- detikNews
Selasa, 14 Okt 2008 14:38 WIB
Menkes Minta Nama RSUP Sanglah Tidak Diganti
Denpasar - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Bali sedang dilanda perseteruan 2 kubu. Masing-masing kubu ingin nama rumah sakit itu diganti. Menkes Siti Fadilah Supari pun turun tangan menengahinya.

"Saya menerima suatu hal yang sangat membisingkan. Ada 2 nama yang diusulkan untuk mengganti nama rumah sakit Sanglah. Lebih baik tetap Sanglah. Untuk apa kita melakukan sesuatu yang tidak mengubah apa-apa," kata Menkes.

Hal ini disampaikan Menkes saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (14/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, nama rumah sakit Sanglah sudah terkenal hingga ke mancanegara. Hal itu terjadi ketika adanya peristiwa bom Bali I dan II.

"Nanti kalau diubah menjadi rumah sakit Pak Lanang (direktur RSUP Sanglah), Pak Made Pastika (gubernur Bali) ya susah," cetus dia yang disambut tawa hadirin.

Direktur RSUP Sanglah, I Gusti Lanang Made Rudiartha, menambahkan usulan Menkes akan dijadikan jalan tengah.

Dikatakan dia, selama ini usulan yang berkembang ada dua yakni nama Profesor Ngurah dan Profesor Jelantik. Ngurah pernah menjadi direktur RSUP Sanglah dan pernah bekerja di WHO.

"Usulan pergantian nama itu ada yang dari dalam rumah sakit dan ada yang dari masyarakat. Ya jalan tengahnya tetap Sanglah," ujarnya.

Hadir dalam acara itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika. (aan/iy)


Berita Terkait