Penderitanya Terus Meningkat, RI Hanya Punya 2 RS Jantung

Penderitanya Terus Meningkat, RI Hanya Punya 2 RS Jantung

- detikNews
Selasa, 14 Okt 2008 13:48 WIB
Denpasar - Jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia terus meningkat. Sayangnya Indonesia hanya memiliki 2 rumah sakit (RS) yang menangani penyakit jantung. Maka itu pembangunan pusat pelayanan jantung di daerah-daerah sangat diperlukan.

"Penderita penyakit jantung terus meningkat. Penyakit jantung bawaan prevalensinya cukup tinggi. Menurut WHO pada 2020, penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di dunia," kata Menkes Siti Fadilah Supari.

Hal itu disampaikan Menkes dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (14/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Siti, hingga kini baru ada 2 RS yang menangani penyakit jantung yakni RS Harapan Kita, Jakarta dan di Surabaya.

Setelah pusat pelayanan jantung terpadu dibangun di RSUP Sanglah, rencananya akan dibangun di Medan dan Semarang.

Menkes mengatakan, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab kedua kematian sehingga pembangunan pusat segera dilakukan.

RSUP Sanglah, lanjut Siti, sudah sangat terkenal dengan penanganan gawat darurat. Pada saat bom Bali II tanggap darurat di RSUP Sanglah sudah terbilang sempurna sehingga mendapat pujian dari dunia internasional.

"Untuk gawat darurat, saya angkat topi kepada RS Sanglah. Tetapi penyakit jantung tidak kalah pentingnya. Bulan depan ada 6 kepala negara yang akan ke Bali sehingga gawat darurat dan jantung harus siap. Jangan sampai ada kepala negara sakit jantung nggak siap kita belepotan," imbuhnya. (gus/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads