"Kebutuhan gedung pelayanan jantung terpadu sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi," kata Direktur RSUP Sanglah, I Gusti Lanang Made Rudiartha.
Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan jantung terpadu RSUP Sanglah dilakukan Menkes Siti Fadilah Supari di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (14/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiartha mengatakan, pembangunan gedung tersebut rencananya akan dibangun seluas 3.670 meter persegi dengan 3 lantai. Pembangunannya memakan biaya Rp 55,6 miliar. Perinciannya Rp 38 miliar untuk bagunan dan Rp 17 miliar untuk peralatan.
"Dananya dari APBN. Nanti tak hanya masyarakat Bali. Namun juga masyarakat dari kawasan Indonesia Timur," imbuhnya.
Menurut Rudiartha, sekarang ini RSUP Sanglah sudah memiliki tenaga medis di bidang penyakit jantung yang memadai. Di antaranya ada dua ahli cardiovaskuler, tiga ahli anastesi, perawat terlatih ada 31 orang. RSUP Sanglah juga sudah punya kamar operasi khusus jantung. Ruangan ICU ada 7 tempat tidur yang pada saat tertentu kelebihan pasien.
"Sejak 1998 sudah dioperasi sebanyak 95 kasus," tandasnya. (gus/iy)











































