"Misalnya dari 2005, sehingga situasinya tidak sesulit ini," kritik politisi senior PDIP, Taufiq Kiemas (TK), di kediaman pribadinya di Jl Teuku Umar, Jakarta, Selasa (14/10/2008).
Contoh langkah antisipasi yang seharusnya sudah ditempuh adalah penerbitan UU perlindungan bagi pengusaha oleh pemerintah. Sehingga ada payung hukum bagi para pengusaha bila suatu ketika kondisi perekonomian tidak lagi kondusif untuk kegiatan usaha mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti penjaminan deposito, hari ini Rp 100 juta, besoknya Rp 2 miliar. Ini kan tidak ada kepastian, kalau ada UU semua jadi lebih jelas," ujar TK.
Kebijakan pemerintah di sektor perdagangan juga tidak luput dari kritik suami mantan presiden Megawati Soekarnoputri ini. Menurutnya hingga saat ini tidak ada perubahan signifikan dalam varian komoditas ekspor nasional yang masih mengandalkan pada bahan mentah.
"Secara faktual perekonomian Indonesia saat ini tidak beranjak seperti zaman kolonial.
Indonesia hanya mampu ekspor bahan mentah, persis zaman kolonial. Kita tidak bisa menjual barang setengah jadi sedikit pun," ujarnya.
Lalu apa yang akan dilakukan PDIP menghadapi krisis ekonomi bila kebetulan terjadi di saat mendapat kesempatan duduk di pucuk pemerintahan?
"Kalau PDIP akan melakukan pembangunan di segala sektor, seperti pertanian dan lain-lain yang menyerap banyak tenaga kerja. Prinsipnya bagaimana agar rakyat tidak menganggur, bukan sekedar menerima uang (BLT)," sahut TK yang tampak santai dengan kemeja biru motif kotak-kotak yang dikenakannya.
(lh/nrl)











































