Alasan tema ini diambil adalah sektor konstruksi dan bangunan telah tumbuh menjadi industri yang terbesar.
Bangunan mencerminkan 'share' yang besar dari asset individu, organisasi, dan bangsa. Sektor ini merupakan penyedia pekerjaan, bahan bangunan, dan proses konstruksi dan juga memiliki dampak terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja konstruksi dan orang-orang yang tinggal dan bekerja di bangunan. Kualitas bangunan memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas kehidupan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang, bangunan pemerintah dan bangunan komersial, dan rumah kediaman dituntut memenuhi berbagai persyaratan untuk tahan api, banjir, gempa, puting beliung dan musibah lainnya," ujar dia.
Bangunan itu diperoleh antara lain melalui efisiensi penggunaan energi dan penataan lingkungan untuk mempermudah integrasi dengan jaringan Information Communication Technology (ICT), maupun kemudahan akses bagi orang tua dan orang cacat.
Konsensus nasional, lanjut Bambang, terhadap standar tentang mitigasi perubahan iklim, penghematan energi, pelestarian lingkungan, produk-produk bangunan dan verifikasi emisi gas rumah kaca, memberikan dasar yang kuat bagi desainer, arsitek, insinyur, pengembang, dan otoritas pemerintah untuk mengembangkan Sustainable Buildings.
"Konstruksi juga banyak menggunakan berbagai teknologi dan peralatan elektronik untuk menghubungkan jaringan informasi dan media digital, sehingga penerapan standar yang mampu mendorong interoperabilitas dan keamanan menjadi kunci yang membawa nilai dan pilihan penting untuk membuat 'Intelligent and Sustainable buildings' menjadi kenyataan," tambah dia.
Hari Standar Dunia diperingati setiap tahun sejak tahun 1970 pada tanggal 14 Oktober. Hari ini dicanangkan untuk menghargai para pakar di seluruh dunia yang telah berkolaborasi di dalam mengembangkan standar internasional, dalam rangka memfasilitasi perdagangan, penyebaran ilmu pengetahuan dan diseminasi teknologi.
(nwk/nrl)











































