"Reformasi ini penting untuk menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI. TNI kembali menjadi pengawal kedaulatan rakyat dengan tidak mengikuti politik praktis," ujar SBY.
SBY menyampaikan pidatonya saat HUT ke-63 TNI di Dermaga Ujung, Gang Kamal, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski anggaran pertahanan masih dibatasi oleh anggaran negara, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat dan profesionalisme TNI.
"Pemerintah masih memberi perhatian yang besar kepada anggaran pertahanan. Pemerintah berusaha meningkatkan anggaran pengadaan alutsista modern dan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit," kata Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Selain itu, lanjut SBY, politik kekuatan masih menjadi bagian dari penyelesaian masalah. Beberapa negara terus melengkapi persenjataan bahkan senjata pemusnahan massal.
"NKRI yang sangat luas dan strategis memerlukan persenjataan yang tangguh, sehingga menimbulkan daya tangkal yang tinggi. Dibutuhkan juga tentara yang tangguh, ditakuti lawan dan disegani lawan," tandas SBY. (nik/nrl)











































