"Inspektur IAEA juga diinformasikan 14 Oktober, aktivitas utama reaktor akan dimonitor lagi oleh inspektur IAEA," ujar jubir pengawasan nuklir Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Melissa Fleming seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/10/2008).
Selain memonitor, lanjut Fleming, inspektor IAEA juga diperbolehkan kembali melakukan pengukuran surveilance atas reaktor nuklir berkekuatan 5 megawatt itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut pada Kamis pekan lalu menghalangi inspektur nuklir IAEA memonitor reaktor nuklir Yongbyon. Aksi ini sebagai bentuk kemarahan Korut karena AS menolak menghapus Korut dari daftar hitam negara sponsor terorisme.
AS pun mencoret Korut dari daftar hitam itu, Sabtu 11 Oktober 2008 lalu setelah Korut setuju reaktor nuklirnya dilumpuhkan dan diawasi IAEA. (nwk/nwk)











































