SMS 'Goda' Penyeleksi Calon Hakim Agung

SMS 'Goda' Penyeleksi Calon Hakim Agung

- detikNews
Senin, 13 Okt 2008 18:53 WIB
SMS Goda Penyeleksi Calon Hakim Agung
Jakarta - Proses uji kepatutan dan kalayakan calon hakim agung diyakini penuh lobi-lobi di luar forum DPR. Modus operandinya pun sekarang sudah lebih berteknologi, bukan lagi lewat surat melainkan SMS.

Adanya praktek rayuan dan tekanan pada anggota Komisi III DPR-RI ini diungkap langsung oleh ketuanya, Trimedya Pandjaitan. Mayoritas SMS tersebut dikirimkan oleh kolega calon hakim agung bersangkutan.

"Sehari saya bisa terima 10 SMS dukungan terhadap calon-calon. SMS-nya bertumpuk dari masyarakat, (dari) calon nggak ada. Yang pasti kawannya calon," ujar dia di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, (13/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pemimpin proses uji kelayakan dan kepatutan, Trimed mengaku tidak bisa mengawasi lobi-lobi yang mungkin terjadi di luar gedung dewan. Termasuk menjamin tidak akan ada rekan sejawatnya di Komisi III DPR yang luluh pada godaan lewat SMS dukungan itu.

"Kita nggak bisa mengawal anggota DPR ini 24 jam. Kalau ternyata terpilih
padahal nggak ada apa-apanya (tidak berkualitas) kan itu nanti masalah DPR,"
pungkas politisi asal Sumut ini.

Uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung ini hanya dihadiri segelintir anggota dewan. Meski awalnya memenuhi kuorum, namun dalam perjalanannya banyak anggota dewan yang meninggalkan ruangan dan saat berakhirnya rapat pada pukul 17.00 WIB hanya tersisa 15 orang.

(lrn/lh)


Berita Terkait