30% Sekolah di Sumbar Ditargetkan Jadi Model Siaga Bencana

30% Sekolah di Sumbar Ditargetkan Jadi Model Siaga Bencana

- detikNews
Senin, 13 Okt 2008 17:10 WIB
Padang - Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) menargetkan sekitar 30 persen sekolah di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi sekolah model untuk siaga bencana hingga 2010 mendatang. Program tersebut diutamakan terlaksana di sekolah-sekolah yang terletak di 7 titik rawan bencana tsunami yakni di kota Padang, kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Mentawai.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Kogami, Patra Rina Dewi, kepada wartawan pada acara peluncuran program kerja Kogami di Hotel Bumiminang Padang, Jalan Bundo Kanduang, Senin (13/10/2008). Menurutnya, selama tiga tahun terakhir 12 sekolah di pinggir pantai kota Padang sudah dijadikan model sekolah siaga bencana dengan membentuk komite sekolah siaga bencana yang terdiri atas guru dan siswa.

"Dalam waktu dekat kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Sumbar akan merampungkan kurikulum siaga bencana yang akan digunakan pada taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, menurut Patra, Kogami juga merintis kerjasama antar RW 17 di Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Padang yang berada di "wilayah merah" atau rawan tsunami dengan RW 9 di "wilayah hijau". Kerjasama bertujuan agar masyarakat setempat yang sudah diberi pelatihan bersedia membantu pengungsi yang akan datang ke tempat mereka.

"Selain bermitra dengan pemerintah, Kogami juga menjalin kerjasama dengan Unesco dan sejumlah LSM seperti Surf Aid untuk Mentawai. Dalam kesempatan ini, Kogami juga memberikan penghargaan kepada Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Harry Firdian karena komitmennya mendukung program penanggulangan bencana," tukas Patra. (yon/djo)


Berita Terkait