"Buku saku itu sebagai sarana pengendali pimpinan agar bisa dipahami oleh prajurit. Saya yakin prajurit TNI tidak ada yang buta huruf. Sehingga tidak ada alasan lagi jika nanti di lapangan ada prajurit yang tidak netral dalam Pemilu," tegas Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso kepada wartawan saat jumpa pers di Koarmatim, Ujung, Surabaya usai memantau gladi bersih HUT TNI ke-63, Minggu (12/10/2008).
Menurut Djoko, netralitas dipandang sangat penting. Pasalnya, netralitas anggota TNI merupakan pertaruhan pesatuan dan kesatuan. "Netralisasi ini saya pandang sangat penting, karena mempertaruhkan persatuan dan kesatuan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sanksinya mulai teguran, hukuman displin bahkan kalau pelanggarannya masuk pidana ya bisa saja kita tindak lebih lanjut sesuai kesalahannya," pungkasnya.
(ze/nrl)











































