Hal itu disampaikan Dubes RI JE 'Fanny' Habibie dalam perbincangan dengan detikcom di atas KRI Sultan Iskandar Muda dalam pelayaran dari Pangkalan Angkatan Belanda Den Helder ke Galangan Kapal Militer De Schelde Vlissingen, (8/10/2008).
"Jika keuangan memungkinkan kita akan terus menambah armada kapal-kapal canggih seperti ini. Tidak hanya korvet Sigma, tetapi juga armada kapal selam, fregat, dan destroyer (perusak, red)," kata Fanny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan bahwa sebagian orang kadang cuma melihat harga satu kapal itu mahal, tapi tidak menghitung manfaatnya yang besar sekali untuk mengamankan kekayaan laut dan kedaulatan negara.
Dengan nada semangat, Fanny mengungkapkan pihaknya sekarang sedang berusaha melobi Den Haag dan Jakarta untuk melanjutkan dan menambah pembangunan korvet yang sudah berjalan.
"Kita lihat loan-nya bagaimana, yang kira-kira menguntungkan dan mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi negara. Dan itu semua tergantung kondisi keuangan kita," ujar Fanny.
Β
Dia sendiri mengaku bangga bahwa generasi muda perwira TNI AL sekarang memimpin kapal-kapal canggih dengan peralatan serba komputerisasi.
"Dulu kita perang harus melihat kapalnya. Sekarang semua sudah dengan mata elektronik. Begitu sasaran tertangkap radar dan dilock-up, komandan tinggal memutuskan tembak," demikian Fanny. (es/es)











































