Pertama Dalam 3 Dekade, Perjanjian Nuklir AS-India Diteken

Pertama Dalam 3 Dekade, Perjanjian Nuklir AS-India Diteken

- detikNews
Sabtu, 11 Okt 2008 15:00 WIB
Pertama Dalam 3 Dekade, Perjanjian Nuklir AS-India Diteken
Washington - Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice dan rekan sejawatnya dari India, Menlu Pranab Mukherjee menandatangani perjanjian nuklir bersejarah. Kesepakatan ini untuk membuka perdagangan teknologi nuklir sipil AS ke India. Pertama kalinya dalam tiga dekade.

Kesepakatan nuklir AS-India ini bukan cuma mencakup kerjasama di bidang pengetahuan nuklir, namun juga perdagangan, kerjasama pertahanan dan bidang lainnya.

Perjanjian ini bersejarah karena selama ini pemerintah AS menerapkan larangan perdagangan nuklir sipil AS-India. Larangan itu berlaku sejak India melakukan uji coba nuklirnya yang pertama pada tahun 1974.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak yang menganggap hari ini tak akan pernah tiba, tapi keraguan itu telah sirna," kata Rice di depan para diplomat dan pejabat lainnya di Washington seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/10/2008).

Menurut Rice, perjanjian ini merupakan pengakuan atas munculnya India di panggung global. Sedangkan Mukherjee mengatakan, penekenan kesepakatan ini menandai "hari penting bagi hubungan AS-India."

Dengan perjanjian ini, India mendapat akses ke teknologi AS dan energi atom murah. Sebagai gantinya, India mengizinkan tim inspeksi PBB memeriksa beberapa fasilitas nuklir sipilnya. Tapi bukan lokasi nuklir militer India.

Sebelumnya Presiden George W Bush telah menandatangani legislasi yang mengatur pelaksanaan kesepakatan nuklir ini. (ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads