Peristiwa berdarah ini bermula ketika tokoh masyarakat bernama Aad (54) warga RT 7 RW 2 Perumahan Bukit Cirendeu, Pisangan, Ciputat, Sabtu (11/10/2008) Subuh pulang ronda. Ketika pulang, dia mendapati rumahnya sudah tidak terkunci dengan TV telah raib.
Sontak saja Aad langsung mengejar. Dia mendapati maling sedang menggotong TV di kebun singkong tidak jauh dari rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisinya sangat mengerikan," kata salah seorang warga, Adin (26) kepada wartawan di lokasi.
Melihat korban tersungkur, maling pun kabur dengan meninggalkan hasil curiannya di kebun tersebut. Warga yang mendengarkan keributan tersebut segera melarikan korban ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sayangnya, Aad sudah tidak tertolong lagi saat di ambulans.
"Sangat kritis. Bacokan di leher panjang, jadi darahnya banyak yang keluar," kata Adin.
Saat ini suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Pelaku juga belum tertangkap.
(nik/ita)











































