Permohonan pembebasan itu dikirimkan oleh partai oposisi pimpinan Suu Kyi, National League for Democracy (NLD) kepada para pemimpin militer Myanmar di ibukota administratif Naypyidaw.
Demikian disampaikan juru bicara NLD, Nyan Win kepada kantor berita AFP, Sabtu (11/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah seorang pengacaranya, U Hla Myo Myint mengirimkan permohonan dia (Suu Kyi) ke kabinet di Naypyidaw pada Kamis lalu. Mereka menerimanya dan menandatangani tanda terima surat," kata Win.
Namun dikatakannya, masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana situasi akan berkembang.
Dalam kurun waktu 19 tahun terakhir, Suu Kyi menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan menjalani tahanan rumah yang ditetapkan junta.
Peraih Nobel Perdamaian itu jarang bertemu dengan orang lain, kecuali pengacaranya dan dokter. Pada Agustus lalu, pemimpin berusia 63 tahun itu menolak kunjungan perwakilan PBB, Ibrahim Gambari. Penolakan ini sebagai protes atas minimnya kemajuan yang dihasilkan Gambari dalam misi reformasinya di Myanmar.
Partai NLD pimpinan Suu Kyi sebenarnya meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan umum 1990 silam. Namun junta militer Myanmar tak pernah mengakui kemenangan itu, bahkan kemudian memenjarakan Suu Kyi. (ita/ita)











































