"Keputusan belum diambil," kata Jubir Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack seperti dikutip Reuters, Jumat (10/10/2008).
Sebelumnya para pejabat AS mengaku belum bisa memutuskan hal tersebut karena harus membicarakannya terlebih dulu dengan empat negara lain yang terlibat dalam perundingan, yakni Jepang, China, Rusia, dan Korea Selatan.
Dalam pembicaraan itu, Rusia merupakan satu-satunya negara yang tidak hadir. Rencananya Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice akan membicarakan hal tersebut dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam beberapa hari ke depan.
Di bawah sebuah kesepakatan dengan kelima negara di tahun 2005, sebelumnya Korut telah setuju menutup program nuklirnya dengan imbalan keuntungan ekonomi dan diplomatik. AS berjanji akan menghapus Korut dari daftar hitam terorisme jika Korut bersedia mengumumkan secara 'lengkap dan benar' seluruh program nuklirnya.
Pada akhir September lalu Korut melanggar kesepakatan dan berencana memulai kembali program nuklirnya karena marah dengan sikap AS yang bersikukuh tidak mau menghapus Korut dari daftar hitam terorisme. (sho/sho)











































