"Hal itu mungkin saja akan terjadi," kata sebuah sumber yang dekat dengan perundingan seperti dikutip Reuters, Jumat (10/10/2008).
Namun para pejabat AS mengaku belum memutuskan hal tersebut. Mereka harus membicarakannya terlebih dulu dengan empat negara lain yang terlibat dalam perundingan untuk memperoleh 'konsensus,' yakni Jepang, China, Rusia, dan Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dorongan untuk membangkitkan kembali perjanjian itu juga dipengaruhi oleh sikap Korea Utara yang memutuskan untuk memulai kembali program nuklirnya di Yongbyon dan menolak pengawasan PBB.
Di bawah sebuah kesepakatan dengan kelima negara di tahun 2005, sebelumnya Korut telah setuju menutup program nuklirnya dengan imbalan keuntungan ekonomi dan diplomatik. AS berjanji akan menghapus Korut dari daftar hitam terorisme jika Korut bersedia mengumumkan secara 'lengkap dan benar' seluruh program nuklirnya.
Perjanjian itu terganggu karena Korut enggan menerima mekanisme yang memungkinkan AS dan keempat negara lainnya memverifikasi pengumuman itu. Keadaan diperparah dengan adanya keberatan dari Jepang untuk menghapus Korut dari datar hitam terorisme sebelum isu penculikan warga negara Jepang oleh agen-agen Korut beberapa dekade yang lalu diselesaikan.
(sho/sho)











































