Investasi itu rencananya akan ditanamkan PT Pertiwi Nusantara Resources (PNR). Nilainya setara dengan Rp 57 miliar lebih. Perusahaan itu akan membangun jaringan pipa sepanjang 25 kilometer dari Wampu di Kabupaten Langkat menuju KIM di Medan.
General Manager Region Sumatera PT PNR Rizal A Tampubolon mengatakan, pembangunan jaringan pipa gas itu diharapkan bisa mengatasi sebagian krisis gas yang dialami Sumut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal menjelaskan, pembangunan jaringan pipa gas nantinya akan melewati sejumlah lahan milik PT Perkebunan Nusantara II. Karena itu, pihaknya mengharapkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumut untuk proses pelepasan lahan yang melewati areal tersebut.
"Bantuan Pemprov Sumut tersebut sangat diharapkan guna mempercepat realisasi pembangunan. Karena dengan produksi gas 10 juta meter kubik per hari, atau sekitar 40 juta meter kubik per bulannya, maka sekitar 12 juta meter kubik akan diperuntukkan bagi pasokan gas ke PT KIM dan PT PLN. Sehingga krisis gas untuk sebagian industri di PT KIM, termasuk yang dialami PT PLN bisa diatasi sebagian," ujar Rizal.
(rul/sho)











































