Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Efendy Naibaho menyatakan, banjir seolah menjadi persoalan rutin yang dialami beberapa kabupaten dan kota di Sumut setiap kali hujan datang. Di antaranya Kota Medan, Tebing Tinggi, serta Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai.
โHujan sebentar saja, tinggi air banjir di beberapa kawasan bisa mencapai satu meter, sebab sistem drainase yang tidak baik. Kemacetan di mana-mana dan banyak kerugian lainnya. Kondisi ini sangat mengganggu, tetapi seolah dibiarkan saja,โ kata Naibaho kepada wartawan di Medan, Jumat (10/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, kata dia, setiap tahunnya masing-masing unit kerja tersebut menghabiskan dana yang cukup besar dari APBN dan APBD. Dalam kaitan banjir ini, Naibaho pun menilai mega proyek Metropolitan Medan Urban Development Project (MMUDP) juga telah gagal.
MMUDP yang dilaksanakan tahun 1998 merupakan proyek untuk kawasan Medan, Binjai Deli Serdang (Mebidang). Total dananya mencapai US$ 138 juta yang berasal dari pinjaman Asian Develpoment Bank (ADB Loan) senilai US$ 82,8 juta dan dana dari pemerintah sebesar US$ 55,2 juta. Termasuk dalam program itu adalah pengendalian banjir.
โNamun ternyata masalah banjir tetap saja terjadi. Terbukti proyek itu tidak seperti yang direncanakan. Lantas uangnya digunakan untuk apa? Kalau sudah begini, ya kita mengimbau kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan penyelidikan,โ kata Naibaho.
(rul/sho)











































