Kelima mahasiswa itu adalah AM (19), JM (20), AR (22), EI (23), dan HM (21). Untuk memalsukan dokumen berupa keterangan transfer kuliah dari universitas ternama, mereka dibantu MAY (44), mahasiswa S3
Pembantu Rektor III Undip, Sukinta kepada wartawan mengakui ada lima mahasiswa yang menggunakan dokumen palsu. Pihaknya menyerahkan kasus itu ke kepolisian.
Aksi kelima mahasiswa tersebut tergolong cukup pintar. Untuk mencari kelengahan petugas dengan mendaftar pada saat penerimaan mahasiswa baru. "Karena situasi cukup rumit, sehingga mereka lolos," kata Sukinta, Jumat (10/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil penelusuran, nomor kop surat dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) memang asli, tapi bukan atas nama JM. Unair dan Ditjen Dikti ternyata juga tidak pernah menerbitkan transkrip nilai mahasiswa atas nama JM.
Selanjutnya, empat mahasiswa lain juga diketahui menggunakan dokumen palsu. AR dan AM mengaku pernah kuliah di FK UI, sedangkan EL dan HM mengaku kuliah di Unpad. Faktanya, mereka hanya tamatan SMA.
Saat ini, kelima mahasiswa tersebut diperiksa dan dikenai wajib lapor ke Polda Jateng. MAY, pembuat dokumen itu, juga telah diamankan. (try/ndr)










































