"Dalam 12 jam itu bisa dilakukan (pembunuhannya) di Lampung, Semarang, bisa juga di Jakarta," kata Kasat Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadhil Imron kepada wartawan di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Menurut Fadhil, jika sakit, korban terbiasa menggunakan cara pengobatan tradisional. Dengan diketahuinya gaya pengobatan seperti ini, diharapkan dapat juga membantu proses identifikasi.
"Nanti kan keluarganya datang. Nah dari situ kita dalami kebiasaan-kebiasaannya termasuk pengobatan ini. Ini yang disebut identifikasi sekunder," ujarnya.
Meski pihak kepolisian sudah mendapat banyak kemajuan, diakui Fadhil, hal ini tidak berarti jika pihaknya tidak memiliki pembanding.
"Kemajuan ini tidak akan berarti kalau tidak ada pembanding," ungkap Fadhil.
Hingga saat ini polisi tetap melakukan identifikasi korban dan penelusuran dari Kalideres hingga Pulogadung, jalur dimana potongan tubuh tersebut terbawa. Polisi menghimbau kepada masyarakat, apabila ada anggota keluarga yang hilang dengan ciri-ciri bertato Macan pada lengan kiri atas, tinggi badan 170 cm, ukuran sepatu 40, kulit sawo matang dan bergolongan darah B, harap segera menghubungi call center Polda Metro Jaya di No 0812 950 8867. (mei/mok)











































