Banjir Medan, Bayi 7 Bulan Tewas Kecemplung

Banjir Medan, Bayi 7 Bulan Tewas Kecemplung

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2008 15:56 WIB
Medan - Banjir di Medan merenggut nyawa seorang bayi laki-laki berusia tujuh bulan bernama Agrafati Lubis. Agrafati tewas kecemplung banjir saat kedua orangtuanya terlelap tidur.

Agrafati tewas setelah terjatuh dari tempat tidur saat banjir memasuki kamar rumah pasangan Faisal Lubis dan Yuma Kartini Putri, Jl Katamso, Gang Sentosa Baru, Medan, Jumat (10/10/2008) pagi.

Saat kejadian, tinggi air di kamar hampir setengah betis. Agrafati ditemukan dalam keadaan telungkup dengan wajah menghadap lantai. Ketika ditemukan dia sudah tewas.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah neneknya di Jl Kantamso Medan, Gang Jambu, sekitar 400 meter dari rumah korban. Rencananya jenazah Agrafati akan dikebumikan hari ini juga.

Ibu korban, Yuma Kartini Putri (32) mengatakan, banjir menggenangi rumah dan kamar mereka setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kota Medan, Jumat pagi. Hujan berlangsung selama selama satu jam, sejak pukul 07.00-08.00 WIB.

"Waktu banjir masuk rumah, kami sudah bangun. Tapi masih ditempat tidur. Karena air juga masuk kamar, kami malas turun menunggu air surut. Biasanya air surut setengah jam setelah banjir," kata Putri.

Bahkan Putri mengaku sempat membuatkan susu dan memberi makanan kepada korban. "Entah kenapa, kami tertidur. Kami tidak tahu Agra jatuh ke bawah. Kami bangun, anakku sudah di bawah," kata Putri terisak.

Banjir yang dipicu hujan deras merendam sejumlah kawasan di Medan. Sedikitnya lima jalan protokol digenangi air setinggi 20-30 centimeter yakni Jl Kereta Api, Jl Sutomo, Jl Asia, Jl Letda Sujono dan Jl Kol Yos Sudarso, Medan. Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik, yakni Jl A Rifai dan Jl Multatuli Medan.

(rul/nik)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads