Seorang warga bahkan sampai jatuh pingsan saat mencoba menghalangi petugas mengeluarkan seluruh perabot dari dalam rumah. Sementara buldozer segera merubuhkan rumah-rumah semi permanen tersebut yang sudah kosong.
Kericuhan ini terjadi ketika warga komplek berusaha melawan ratusan petugas Kodam I Bukit Barisan yang mengadakan penertiban di komplek yang berada di Jl Merak Jingga, Medan, Jumat (10/10/2008).
Seorang purnawirawan TNI terlihat pingsan ketika melihat barang-barangnya dikeluarkan secara paksa. Sementara warga lainnya berteriak histeris. Meski mendapat perlawanan, petugas tetap merubuhkan dan mengeluarkan perabot warga tersebut.
Warga menolak digusur karena menurut mereka Kodam I Bukit Barisan tidak berhak melakukan penertiban. Pasalnya persoalan hukum belum selesai. Saat ini warga masih menunggu hasil proses hukum di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.
Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Letnan Kolonel A Nasution menyatakan, penertiban ini merupakan bagian dari penertiban sebelumnya.
"Sudah ada landasan hukum tetap, karena gugatan dari warga telah ditolak Pengadilan Negeri Medan," ujar A Nasution.
Rencananya seluruh perabotan warga akan dibawa ke markas Kodam I Bukit Barisan untuk diserahkan kepada warga masing-masing. Selain itu kodam akan memberikan uang tali asih kepada warga yang rumahnya terkena penertiban.
(rul/nik)











































