Selain ngeri efek optis psikologis melihat air dan langit tak bertepi, momok besar lainnya dalam perjalanan laut adalah seasick, yakni sensasi teler dan tidak nyaman dalam perut, diiringi dorongan mau muntah.
Itu terjadi karena tubuh secara kontinyu diayun dan digoyang oleh gerakan kapal dan pengaruh gelombang. Maka apa yang harus terjadi itu terjadilah. Mula-mula Ny. Agus Purwoto, istri Dansatgas Korvet Sigma, disusul Ny. Djauhari Oratmangun, istri Deputy Chief of Mission KBRI Den Haag. Lalu lainnya menyusul...
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hebatnya, tiga orang senior eks militer yang usianya sudah berkepala 7 yakni mantan Kasal Laksamana TNI (Pur) M. Arifin, Dubes JE Habibie dan mantan komandan korps Marinir Hamzah Ibrahim masih tetap fit, seolah tidak mengalami apa-apa.
Saya yang mulai merasa unease (tak nyaman) mencoba menetralisir menuju buritan. Dengan melihat langit lepas ke atas, biasanya efek goyangan bisa diminimalisir. Agak lumayan, tapi ternyata tak sepenuhnya berhasil. Akhirnya tanpa sepengetahuan siapapun, saya menyelinap ke lavatory... Kopi dan kue ringan yang belum sempurna dicerna keluar semua.
Barulah setelah itu rasa mual berkurang dan tekanan di lambung mereda. Keluar dari lavatory, Dansatgas Korvet Sigma Kol Laut (P) Agus Purwoto dan Atase Pertahanan Kol Laut (E) Yos Toto Subagyo terlihat mesam-mesem. Dua perwira ini nampaknya mafhum apa yang telah terjadi.
Berat sekali ternyata mengarungi laut berbilang jam. Padahal gelombang North Sea pada 8/10/2008 itu terhitung jinak. Dalam layar monitor ditunjukkan Roll (sudut oleng) cuma 4o @ 5o dan Pitch (sudut antukan kapal terhadap tinggi gelombang) pada kisaran 7o. Bagaimana menjadi prajurit Angkatan Laut pengawal kedaulatan dan keamanan wilayah laut teritorial RI yang begitu luas dan ganas? Dan mereka bisa berhari-hari atau berbulan-bulan di lautan.Β Β Β
Menumbuhkan kesadaran dan apresiasi terhadap tugas TNI AL memang menjadi salah satu tujuan dari pelayaran yang disebut Komandan KRI Sultan Iskandar Muda Letkol Laut (P) Ariantyo Condrowibowo sebagai joy sailing (pelayaran gembira) ini, yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tugas mereka.
Selain itu pelayaran ini juga dimaksudkan agar rakyat Indonesia bisa ikut mengetahui dari dekat alusista korvet canggih dengan kemampuan dan sistem persenjataan hipermoderen, yang telah dibiayai oleh rakyat dan siap untuk digunakan mengawal rakyat. (es/es)











































