Greenpeace: Tolak Konversi Hutan

Greenpeace: Tolak Konversi Hutan

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2008 09:28 WIB
Jakarta - Perusahaan kelapa sawit dituding menimbun lahan untuk dikonversi menjadi lahan perkebunan di Papua. Jika hal ini terus berlangsung akan tercipta bencana terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan.

Greenpeace memaparkan pihaknya telah memiliki bukti terbaru mengenai konversi besar-besaran hutan alam di kawasan Lereh, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Perusahaan-perusahaan kelapa sawit menimbun lahan untuk di konversi menjadi lahan perkebunan, biasanya dengan mengorbankan masyarakat pemilik tanah. Kami telah mengumpulkan bukti-bukti terbaru yang menunjukkan perusahaan seperti Sinar Mas, mulai melakukan pembukaan lahan besar-besaran," kata Juru kampanye Greenpeace Asia Tenggara Bustar Maitar dalam keterangan pers yang dikirim ke redaksi detikcom, Jumat (10/19/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bustar, hutan di kawasan Lereh merupakan tempat tumbuhnya sagu dan nipah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Tingginya laju perluasan perkebunan kelapa sawit juga merupakan faktor penting faktor deforestasi di indonesia.

Greenpeace pun mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan moratorium terhadap semua bentuk konvesi hutan.

"Upaya melindungi benteng terakhir hutan alam Indonesia sangat penting untuk menangani dampak perubahan iklim. Kita perlu mendorong penghentian sementara (moratorium) sesegera mungkin terhadap semua bentuk konversi hutan di Indonesia guna mengendalikan emisi gas-gas rumah kaca, menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi penghidupan masyarakat setempat," jelas Bustar. (nov/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads