Seluruh orangutan tersebut merupakan hasil penyitaan dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan Aceh. Masing-masing Prince, berusia 8 tahun, Kliwon (6), Afa (13), Joni (8), Ronaldinho (5) Jhon (11), dan Pinki (7) yang merupakan satu-satunya orangutan betina.
Orangutan tersebut dikirimkan ke Jambi setelah melewati masa karantina yang berlangsung sekitar 30 hari di Stasiun Karantina Batu Mbelin. Stasiun karantina yang berada di Desa Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) tersebut dikelola Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP/Program Konservasi Orangutan Sumatera, sebuah lembaga yang dibentuk Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Paneco Swiss.
Ketua Yayasan YEL Sofyan Tan menyatakan, orangutan tersebut selanjutnya akan berada stasiun reintroduksi yang berada di Muara Tebo, Jambi untuk beberapa waktu, sebelum benar-benar dilepas ke alam liar di TNBT.
“Ini merupakan pengiriman yang ke-22 kali sejak SOCP berdiri tahun 2002,” kata Ketua YEL Sofyan Tan saat menyaksikan pemberangkatan ketujuh orangutan tersebut dari karantina.
Disebutkan Sofyan Tan, upaya konservasi dengan meliarkan kembali orangutan hasil penyitaan, merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan habitat Orangutan Sumatera yang jumlahnya kini diperkirakan sekitar 6.500 ekor saja.
“Sebagian dari orangutan yang sudah diliarkan di Jambi, sudah mulai berkembang-biak. Sudah ada tiga induk yang melahirkan bayinya,” kata Sofyan Tan.
(rul/rdf)











































