"Alhamdulillah. Saya senang sekali. Enak banget kalau ada kereta," kata Ny Hera saat ditemui di Stasiun Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/10/2008).
Ibu rumah tangga ini mengaku kereta api lebih nyaman dan ekonomis dibanding angkutan lain. Selain tarifnya lebih murah, perjalanan dari Sukabumi ke Bogor juga bisa ditempuh tanpa berganti-ganti angkutan, lain dengan bus atau kol (angkot).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa diungkapkan Ficky. Mahasiswa Universitas Islam At-Thahiriyyah (UNIAT) Jakarta ini mengaku kembali beroperasinya kereta api Bogor-Sukabumi sangat membantunya.
Untuk pergi ke kampus dari rumahnya di Perumahan Baros, Sukabumi, biasanya dia naik kol dengan tarif Rp 9 ribu. Dengan adanya kereta api dia akan menghemat ongkos jalan. Perjalanan juga akan ditempuhnya dalam tempo yang lebih cepat.
"Kalau naik kol sering kena macet. Bisa sampai 4 jam," ujarnya.
Karena itu dia menyambut gembira pengoperasian kembali kereta api Bogor-Sukabumi ini. Dia berharap pengoperasian itu bisa direalisasikan secepatnya.
Pantauan detikcom, di sepanjang jalan lokomotif yang ditumpangi rombongan Ditjen Perkeretaapian menjadi tontonan warga. Beberapa warga yang kebetulan sedang bergerombol tampak mengeluarkan sorak gembira. Bahkan ada seorang warga yang sedang membetulkan atapnya berhenti sejenak dari pekerjaannya guna menyaksikan lokomotif itu lewat. Hal ini tentu berbeda dengan warga di sektar rel yang sudah terbiasa dengan desisan ular berasap ini. (sho/nrl)











































