Babak Baru Perang Israel-Libanon: Makanan

Babak Baru Perang Israel-Libanon: Makanan

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2008 12:35 WIB
Babak Baru Perang Israel-Libanon: Makanan
Beirut - Perang antara Israel dan Libanon meletus kembali. Namun kali ini bukan wilayah Libanon Selatan yang diperebutkan. Makananlah yang kini diperebutkan kedua negara. Apa pasal?

"Dalam benak kita tabbouleh dan hommus (nama makanan) harusnya menjadi milik Libanon, sebagaimana keju feta menjadi milik Yunani," jelas Fadi Abboud, Presiden Asosiasi Industrialisasi Libanon, seperti dilansir news.com.au, Kamis (9/10/2008).

"Sekarang hommus dikenal sebagai makanan khas Israel. Itu tidak fair," kecamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanan ini dan tabbouleh serta panganan lain adalah khas Libanon dan harusnya dikenal sebagai asli Lebanon," pungkasnya.

Tampaknya Libanon tidak main-main. Langkah pendaftaran ke Uni Eropa telah disiapkan kubu Libanon. Rencananya, Libanon akan mendaftarkan beberapa jenis makanannya.

Kamal Mouzawak, pendiri Souk El Tayeb, sebuah pasar pabgi petani di Beirut berkata, "Bila seseorang berbicara mengenai Italia maka yang pertama kali terlintas adalah pizza, demikian pula dengan Amerika dengan hamburgernya. Jika Anda berbicara mengenai Libanon maka seharusnya (adalah) tabbouleh dan teman-temannya."

"Menjadi penting untuk melindungi makanan kami karena itu menunjukkan asal usul," jelasnya.

Hommus sendiri adalah kudapan yang terbuat dari kacang polong, wijen, minyak zaitun, dan cuka sementara tabbouleh adalah salad yang terbuat dari daun peterseli, bawang, dan tomat.
(alf/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads