"Dalam benak kita tabbouleh dan hommus (nama makanan) harusnya menjadi milik Libanon, sebagaimana keju feta menjadi milik Yunani," jelas Fadi Abboud, Presiden Asosiasi Industrialisasi Libanon, seperti dilansir news.com.au, Kamis (9/10/2008).
"Sekarang hommus dikenal sebagai makanan khas Israel. Itu tidak fair," kecamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampaknya Libanon tidak main-main. Langkah pendaftaran ke Uni Eropa telah disiapkan kubu Libanon. Rencananya, Libanon akan mendaftarkan beberapa jenis makanannya.
Kamal Mouzawak, pendiri Souk El Tayeb, sebuah pasar pabgi petani di Beirut berkata, "Bila seseorang berbicara mengenai Italia maka yang pertama kali terlintas adalah pizza, demikian pula dengan Amerika dengan hamburgernya. Jika Anda berbicara mengenai Libanon maka seharusnya (adalah) tabbouleh dan teman-temannya."
"Menjadi penting untuk melindungi makanan kami karena itu menunjukkan asal usul," jelasnya.
Hommus sendiri adalah kudapan yang terbuat dari kacang polong, wijen, minyak zaitun, dan cuka sementara tabbouleh adalah salad yang terbuat dari daun peterseli, bawang, dan tomat.
(alf/nrl)











































